Kalender Hijriyah

Tampilkan postingan dengan label Mensyukuri Nikmat Allah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mensyukuri Nikmat Allah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Juni 2013

Selalu Ada Hikmahnya


Bismillahirrahmaanirrahiim……

Kadang-kadang kita merasa apa yang sedang kita alami atau apa yang sedang menimpa kita begitu terasa beratnya.Sampai-sampai muncul dalam benak kita berbagai prasangka buruk atau su’udzhon terhadap hal-hal yang berkaitan dengan keadaan yang sedang menimpa diri kita,baik itu terhadap benda,manusia bahkan tak jarang justru menyalahkan Allah.

Sekelumit kata protes yang kerap muncul atas ketidakterimaan mejalani ujian Allah ketika kita sedang dilanda kesulitan.Merasa diri paling teraniaya dan paling menderita.Ada satu hal yang mungkin terlupakan,kita lupa untuk meng-kilas balik perjalanan hidup kita.Apa yang sudah kita lakukan dimasa lampau sehingga Allah memberikan cobaan seperti ini.

Mungkin kita lupa dengan apa yang kita lakukan dimasa lalu,atau kita menganggap  bahwa  kita sudah berusaha melakukan yang terbaik selama ini,namun tetap saja kita mendapatkan cobaan seperti ini.
 Sebuah perumpamaan Ilmiah,di dunia pendidikan saja untuk bisa naik ketingkat yang lebih tinggi harus melalui sebuah ujian,apalagi ini berkenaan dengan derajat dan kemuliaan dihadapan Sang Pencipta?.Ujian atau cobaan yang Allah berikan tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menaikkan level kita ketingkat yang lebih tinggi.

Meminjam istilah seorang sahabat baik,andai saja kita mampu berdamai dengan keadaan maka kita  akan senantiasa berbaik sangka.Dan dalam keadaan apapun kita akan mampu melewatinya tanpa harus mengkambinghitamkan sesuatu.

Lalu bagaimana caranya berdamai dengan keadaan?.Menurut hemat saya,apapun yang terjadi pada diri kita,kita harus tetap sabar dan penuh rasa syukur dalam menghadapinya tanpa disertai dengan keluh kesah berlebihan.Meskipun sebenarnya hal yang manusiawi jika kita berbagi cerita dengan seseorang tentang problematika kehidupan kita.Namun dalam tahap-tahap yang wajar.
Karena bagaimanapun juga hal-hal  yang terjadi pada diri kita tidak lepas dari campur tangan Allah dan itu adalah sekenarioNya.

Yang penting kita tidak lantas berpangku tangan dan hanya mengharapkan suatu keajaiban tanpa disertai usaha dan doa.Toh dengan hanya mengeluh tidak merubah keadaan menjadi lebih baik.Agar proses melewatinya terasa nikmat maka kita harus menyatu dengan keadaan apapun yang terjadi pada diri kita,ikuti alurnya dan percaya dibalik ini semua Allah punya rencana terindah buat kita.

Selalu ada hikmah disetiap kejadian jika kita pandai bersyukur.



Jumat, 19 April 2013

Belajar,Berbuat Dan Bermanfaat


Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahiim...


“Hidup adalah anugerah”,sebuah lirik lagu dari grup band asal Indonesia,menginspirasi aku untuk menulis artikel ini.Ada banyak pesan moral yang disampaikan dari lagu yang berjudul JANGAN MENYERAH ini tentang kehidupan.Banyak pelajaran sangat berharga yang bisa kita ambil.Kalau aku boleh berspekulasi tentang hidup,maka aku punya  pandangan bahwa hidup adalah sebuah perbuatan.Perbuatan itu sendiri dilakukan  untuk menuju perbaikan ,dan itu harus dilalui secara bertahap untuk mendapatkan predikat terbaik.Meminjam istilah yang dipakai blog tetangga MENCARI RIDHO ALLAH untuk mencapai predikat tersebut kita harus belajar seperti seekor kupu-kupu,dari ulat menjadi kepompong,lalu dari kepompong barulah menjadi kupu-kupu yang indah dan menarik.Sehingga pesonanya menghasilkan decak kagum mata yang memandangnya.Dan semua fase tersebut dilalui tanpa ada satupun yang terlewat.
Begitulah seharusnya kita menjalani kehidupan,terus belajar lalu berbuat dan setelah berbuat memberi manfaat,baik untuk alam,lingkungan atau bahkan untuk orang lain.Karena sebaik-baik manusia adalah yang dapat memberi banyak manfaat untuk orang lain.Optimis mungkin  adalah salah satu untuk meraih itu semua.Tetap berjuang tanpa keluhan dan putus asa,karena mengeluh hanya akan menghambat suatu tindakan menuju perubahan,tentunya perubahan kearah yang lebih baik.Semangat inilah yang harus kita tanamkan sedini mungkin dalam diri kita.
Untuk memicu semangat yang menyala teryata kita harus banyak belajar dari seorang  bayi.Lihatlah ketika ia belajar berjalan,beberapa kali harus tersandung dan terjatuh.Namun ia tak pernah merasa lelah untuk bangkit dan mencobanya kembali,sehingga pada puncaknya ia mampu melakukannya dengan sempurna.Tidak ada keputus-asaan karena yang diharapkan ia harus bisa melakukannya.Usaha yang seperti inilah yang justru akan banyak menuai support dan dukungan dari berbagai pihak.Lalu bagaimana dengan kita?.Apakah kita mampu menanamkan semangat yang sedemikian rupa? .Ah,,,  ternyata kita kalah jauh.Kebanyakan dari kita hanya akan menangis dan mengeluh ketika tersandung kerikil kehidupan dan terasa enggan untuk bangkit melanjutkan perjalanan,sehingga membiarkan diri dalam sebuah keterpurukan.
Sobat,,,tak ada gunanya kita hanya mengeluh,karena keluhan tak akan merubah segalanya menjadi lebih baik.Hidup itu harus berbuat sebagai ungkapan rasa syukur kita terhadap sang pencipta.Bersyukur atas apa yang telah di anugerah kepada kita,sehingga kita bisa melakukan banyak hal.Dengan bersyukur kita akan mendapatkan dua keuntungan sekaligus,yang pertama hati kita akan merasa tenang ketika menghadapi masa-masa sulit dari kemelut dunia.Dan yang kedua,Allah akan menambah kenikmatanNYA ketika kita menjadi makhluk yang pandai bersyukur.Hal ini tercantum dalam Al Qur’an Surat Ibrahim ayat 7 :” Barang siapa yang bersyukur akan nikmat Allah,niscaya Allah akan menambahkannya.dan barang siapa kufur ( ingkar ) akan nikmat Allah,sesungguhnya adzab Allah sangat pedih.”
Kita adalah sebaik-baik makhluk yang diciptakan Allah,sebagaimana disebutkan dalan Al Qur’an Surat At Tiin ayat 4. : “ Sesunggunya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik baiknya.” Sungguh sangat ironis jika kita yang diciptakan Allah dalam bentuk yang sebaik-baiknya tidak  mau berusaha menjadi lebih berharga dan tetap membiarkan diri terus tenggelam dalam lembah kehidupan karena sifat pesimis dan ketidakmauan,padahal modal yang diberikan Allah sangat tinggi nilainya.

Wassalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.