Kalender Hijriyah

Senin, 08 Juli 2013

Pantun Ramadhan


Ramadhan tahun lalu masih teringat
Kini ramadhan hadir kembali
Moga tahun ini ibadah makin meningkat
Untuk menuju ridho Illahi

Habis puasa baru lebaran
Ramai-ramai ke mesjid sholat idul fitri
Bulan Ramadhan bukan rutinitas tahunan
Harus ada peningkatan kwalitas diri

Ramadhan bulan penuh ampunan
Pahala ibadah berlipat ganda
Katanya tahan kalau cuma tak makan
Tapi mengapa tak berpuasa?

Bulan puasa perbanyaklah ibadah
Sebab bulan Ramadhan penuh maghfirah
Katanya miskin untuk sedekah
Giliran lebaran bajunya mewah-mewah

Idul Fitri hari kemenangan
Bagi yang rela berkorban demi perjuangan
Terlalu sibuk mempersiapkan lebaran
Padahal puasapun tidak dilakukan

Bulan Ramadhan penuh berkah
Dibuka pintu maghfirah dan ampunan
Sebelas bulan mencari nafkah
Puasa sebulan kok ditinggalkan

Tadarus Al-Qur’an supaya fasih
Sering di ulang agar tak lupa
Katanya nggak tahan berdiri sholat tarawih
Nonton konser berjam-jam kok tak apa-apa

Perbanyak ibadah ditengah malam
Lebih-lebih di bulan Ramadhan
Dengan berpuasa hati menjadi tentram
Kalau tak percaya silahkan buktikan        

Mutiara Hikmah Ramadhan


Ramadhan ,Kutunggu hadirmu



Ramadhan sudah didepan mata,padahal ramadhan tahun lalu masih teringat jelas di ingatan.Sepertinya waktu begitu cepat berputar,hingga tak terasa ramadhan kembali menjelang.Mungkin kita terlalu terbuai dengan kenikmatan yang Allah berikan,sehingga  penantian ramadhan tidaklah panjang.

Yaps,,,kita memang  terlalu betah dengan segala kenikmatan yang telah Allah berikan.Sampai-sampai terkadang kita menganggap ramadhan sebagai rutinitas tahunan.Kemeriahan suasana idul fitri yang sering terbayang saat menghadapi ramadhan.Membuat kita melupakan makna yang sesungguhnya.Akhirnya efek dari sebulan penuh berpuasa sama sekali tak berbekas.

Sedikit kita berhalusinasi atau membuat sebuah perumpamaan,seandainya kita menunggu ramadhan layaknya kita menunggu malam pengantin,tentunya kita akan menganggap waktu terlalu lama untuk berputar.Sebab kita hanya akan terobsesi sebuah keindahan pada ending dari perjuangan tersebut.

Kalau kita aplikasikan pada ramadhan,maka kita akan merasakan penantian yang sangat panjang untuk berjumpa dengan ramadhan.Bukankah penantian atau menunggu adalah pekerjaan yang sangat membosankan?

Sebab keindahan,kenikmatan dan kebahagiaan ada pada ramadhan.Bahagia bukan karena  idul fitrinya,nikmat bukan karena keanekaragaman makanannya yang sudah menjadi ciri khas masyarakat muslim  Indonesia ketika merayakan hari raya,juga indah bukan karena suasana lebarannya.Tapi karena momentumnya.

Semoga kita semua tidak salah memaknai bulan ramadhan ini,bulan ramadhan adalah bulan penuh berkah dan maghfirah,dibukakan  pintu-pintu ampunan.Dimana pahala dilipatgandakan,segala doa di ijabah,dan pintu syurga dibuka lebar.
Semoga kita mendapat kemenangan dan kembali kepada fitrahnya.Marhaban Yaa Ramadhan,,,peluk kami dalam dekapanmu,buai kami dalam kemesraan indahmu.

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa,Semoga Amal Ibadah Kita Diterima Allah swt.
Mohon Maaf Lahir Dan Batin.



Minggu, 30 Juni 2013

Selalu Ada Hikmahnya


Bismillahirrahmaanirrahiim……

Kadang-kadang kita merasa apa yang sedang kita alami atau apa yang sedang menimpa kita begitu terasa beratnya.Sampai-sampai muncul dalam benak kita berbagai prasangka buruk atau su’udzhon terhadap hal-hal yang berkaitan dengan keadaan yang sedang menimpa diri kita,baik itu terhadap benda,manusia bahkan tak jarang justru menyalahkan Allah.

Sekelumit kata protes yang kerap muncul atas ketidakterimaan mejalani ujian Allah ketika kita sedang dilanda kesulitan.Merasa diri paling teraniaya dan paling menderita.Ada satu hal yang mungkin terlupakan,kita lupa untuk meng-kilas balik perjalanan hidup kita.Apa yang sudah kita lakukan dimasa lampau sehingga Allah memberikan cobaan seperti ini.

Mungkin kita lupa dengan apa yang kita lakukan dimasa lalu,atau kita menganggap  bahwa  kita sudah berusaha melakukan yang terbaik selama ini,namun tetap saja kita mendapatkan cobaan seperti ini.
 Sebuah perumpamaan Ilmiah,di dunia pendidikan saja untuk bisa naik ketingkat yang lebih tinggi harus melalui sebuah ujian,apalagi ini berkenaan dengan derajat dan kemuliaan dihadapan Sang Pencipta?.Ujian atau cobaan yang Allah berikan tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menaikkan level kita ketingkat yang lebih tinggi.

Meminjam istilah seorang sahabat baik,andai saja kita mampu berdamai dengan keadaan maka kita  akan senantiasa berbaik sangka.Dan dalam keadaan apapun kita akan mampu melewatinya tanpa harus mengkambinghitamkan sesuatu.

Lalu bagaimana caranya berdamai dengan keadaan?.Menurut hemat saya,apapun yang terjadi pada diri kita,kita harus tetap sabar dan penuh rasa syukur dalam menghadapinya tanpa disertai dengan keluh kesah berlebihan.Meskipun sebenarnya hal yang manusiawi jika kita berbagi cerita dengan seseorang tentang problematika kehidupan kita.Namun dalam tahap-tahap yang wajar.
Karena bagaimanapun juga hal-hal  yang terjadi pada diri kita tidak lepas dari campur tangan Allah dan itu adalah sekenarioNya.

Yang penting kita tidak lantas berpangku tangan dan hanya mengharapkan suatu keajaiban tanpa disertai usaha dan doa.Toh dengan hanya mengeluh tidak merubah keadaan menjadi lebih baik.Agar proses melewatinya terasa nikmat maka kita harus menyatu dengan keadaan apapun yang terjadi pada diri kita,ikuti alurnya dan percaya dibalik ini semua Allah punya rencana terindah buat kita.

Selalu ada hikmah disetiap kejadian jika kita pandai bersyukur.